HT #2: I THOUGHT I WAS ALONE
Gue pikir gue sendiri.
Gue pikir gak ada yang peduli.
Gue pikir dunia gak berpihak sama gue lagi.
Karena tumbuh dewasa tanpa sosok ibu, gue dituntut buat belajar mandiri, ngelakuin segala sesuatu sendiri, termasuk harus bisa jaga diri. Dari situ gue mikir bahwa itu artinya gak ada orang yang bisa nolongin gue kalau ada masalah atau kalau gue lagi susah. Mindset itu kebawa sampai gue kuliah. “Nobody will help me. I stand for myself no matter what.”
Sejak gue ngatur uang sendiri bahkan dapat uang sendiri, gue mikir buat bikin senang diri sendiri. “Buy whatever you want because nobody will pay it for you.” Beruntung karena pada dasarnya gue pelit, gue lebih sering nahan nafsu gue buat hedon, karena gue harus bisa makan satu bulan ke depan. Pikiran kaya gini bertahan selama gue ngekos, harus hemat.
Yang paling ngeganggu gue sekarang adalah mindset bahwa gue hidup sendirian. My heart became numb. Dalam satu tahun, bisa dihitung jari soal berapa kali gue ketemu ayah. Setahun cuman 2-6 kali, itupun setiap ketemu paling cuman 2 jam-an. Does it make me suffer? Unfortunately, not anymore. It’s kinda weird, but the sense of longing.. I don’t think it’s still there. Selama 2,5 tahun kuliah, gue bisa bilang gue gak pernah home sick.
Sekarang gue mikir, karena terlalu nyaman hidup sendiri, gue jadi orang yang gak peka, gak peduli sama lingkungan sekitar. Gue lupa berkabar sama keluarga dan teman lama, karena yang lewat di pikiran gue “should I? Is it that important? Do they even care?”.
Banyak yang mau gue renungin, tentang gimana gue bergaul, gimana gue bersosialisasi, gimana gue berkomunikasi. Deep inside, gue sadar kalau ada yang gak bener di gue. Terlebih waktu gue ikut volunteering, gue sering dikatain belum makan cuman gara-gara gue diem terus. Padahal ya emang gue irit ngomong orangnya. I talk when it’s needed. Tapi ternyata kata banyak orang gue terlalu pendiem, seolah-olah gak mau berinteraksi sama mereka. Jadi sepulang kegiatan itu, I overthink everything. And I wanna change..
Ini keresahan yang gue rasain akhir-akhir ini. Emang belum nemu solusi, tapi seenggaknya gue sadar diri bahwa there’s something not right with me, but it’s not wrong I can say..
Random banget tapi gue gak tau lagi mau nulis apa, so it’s the end. See u next week
Comments
Post a Comment